Jumat, 22 November 2013
UNTUK MUE IBU,..
UNTUK MUE IBU,..
Sembilan bulan engkau mengandung,..
Bertahun-tahun engkau membesarkanku,..
Dengan penuh kasih sayang,..
Kasih sayang mue yg tulus,..
Ibu,..
Jasa-jasamue takkan bisa dibalas dengan apapun,..
Dikala aku sakit, ibu yang selalu membawakan aku obat,..
Ibu yang membawaku ke dokter,..
Ibu yang paling memperhatikanku,..
Ibu,..
Aku tahu disaat itu ibu capek,..
Tapi perhatian mue sungguh tak terkalahkan,..
Takkan bisa aku menyandingi kasih sayang mue yang begitu besar,..
Ibu,..
Engkau adalah tempatku berkeluh kesah,..
Engkau selalu memberiku semangat,..
Engkau tak ingin melihat bidadari mue bersedih,..
Ibu,..
Bahagiaku, Laksana bunga yang sedang bermekaran ditaman,..
Begitu Indah,..
Begitu Sejuk,..
Dan Ingin selalu kau pandang,..
Ibu,..
Tak pernah kau meminta balasan,..
Balasan atas semua jasa-jasa mue,..
Yang begitu besar dan tak terkalahkan,..
Yang tak ada satu orang pun yang menandinginya,..
Ibu,..
Setiap malam kau bangun,..
Bersujud dihadapan sang illahi,..
Untuk mendo'akan bidadari-bidadari mue,..
Hingga tak terasa tetesan hujan dari air matamu menetes,..
Ibu,..
Jangan menangis,..
Aku tak kuasa jika harus melihat air mata membanjiri pipi manismu,..
Ibu, Jangan Bersedih,..
Aku tak mampu jika harus memandang mendung diwajahmu,..
Ibu,..
Maafkan semua kesalahanku,..
Maafkan aku, Jika aku tidak pernah mendengarkan nasihat-nasihat mu,..
Maafkan aku, Jika aku mengecewakan mu,..
Ibu,. Sekali lagi,..
Maafkan aku yang selalu merepotimu,..
Maafkan semua dosa-dosaku terhadap mu,..
Karena ridho mu adalah ridho Allah,..
Ibu,..
Kasih sayangmu begitu sempurna,..
Begitu tulus dari pelosok-pelosok hatimu yang paling dalam,..
Kasih sayangmu takkan terlupakan,..
Ibu,..
Puisi ini untukmu,..
Dari Bidadarimu,..
Yang selalu dihatimu,.. :* :*
I LOVE YOU MY MOTHER,.. :*
By: Ovi Cahya .M. :)

Sembilan bulan engkau mengandung,..
Bertahun-tahun engkau membesarkanku,..
Dengan penuh kasih sayang,..
Kasih sayang mue yg tulus,..
Ibu,..
Jasa-jasamue takkan bisa dibalas dengan apapun,..
Dikala aku sakit, ibu yang selalu membawakan aku obat,..
Ibu yang membawaku ke dokter,..
Ibu yang paling memperhatikanku,..
Ibu,..
Aku tahu disaat itu ibu capek,..
Tapi perhatian mue sungguh tak terkalahkan,..
Takkan bisa aku menyandingi kasih sayang mue yang begitu besar,..
Ibu,..
Engkau adalah tempatku berkeluh kesah,..
Engkau selalu memberiku semangat,..
Engkau tak ingin melihat bidadari mue bersedih,..
Ibu,..
Bahagiaku, Laksana bunga yang sedang bermekaran ditaman,..
Begitu Indah,..
Begitu Sejuk,..
Dan Ingin selalu kau pandang,..
Ibu,..
Tak pernah kau meminta balasan,..
Balasan atas semua jasa-jasa mue,..
Yang begitu besar dan tak terkalahkan,..
Yang tak ada satu orang pun yang menandinginya,..
Ibu,..
Setiap malam kau bangun,..
Bersujud dihadapan sang illahi,..
Untuk mendo'akan bidadari-bidadari mue,..
Hingga tak terasa tetesan hujan dari air matamu menetes,..
Ibu,..
Jangan menangis,..
Aku tak kuasa jika harus melihat air mata membanjiri pipi manismu,..
Ibu, Jangan Bersedih,..
Aku tak mampu jika harus memandang mendung diwajahmu,..
Ibu,..
Maafkan semua kesalahanku,..
Maafkan aku, Jika aku tidak pernah mendengarkan nasihat-nasihat mu,..
Maafkan aku, Jika aku mengecewakan mu,..
Ibu,. Sekali lagi,..
Maafkan aku yang selalu merepotimu,..
Maafkan semua dosa-dosaku terhadap mu,..
Karena ridho mu adalah ridho Allah,..
Ibu,..
Kasih sayangmu begitu sempurna,..
Begitu tulus dari pelosok-pelosok hatimu yang paling dalam,..
Kasih sayangmu takkan terlupakan,..
Ibu,..
Puisi ini untukmu,..
Dari Bidadarimu,..
Yang selalu dihatimu,.. :* :*
I LOVE YOU MY MOTHER,.. :*
By: Ovi Cahya .M. :)

Rabu, 20 November 2013
HUKUM WAJIB MENUTUP AURAT BAGI WANITA MUSLIMAH
HUKUM WAJIB MENUTUP AURAT BAGI WANITA MUSLIMAH
Ibarat sebuah barang yang berharga maka akan diperlakukan secara khusus oleh pemiliknya, antara laindengan cara dikemas, dipak, dilapisi, dibungkus sedemikian rupa untuk menjaga agar barang tersebut
terkena goresan, rusak dan sebagainya. Misalnya kita membandingkan antara CD software asli yang
harganya ratusan ribu hingga jutaan rupiah dengan CD software bajakan. Dalam hal ini kita bisa
membedakan bungkus kemasan CD yang asli dengan yang bajakan. Contoh lain, dari benda yang berasal
dari batu. Kita bisa membedakan antara batu mulia dengan batu material jalan.
Tentu dalam hal ini kita tidak perlu memandang manusia sebagai diposisikan sama dengan benda.
Namun sedikitnya kita akan mengambil hikmah perumpamaan dari sisi kepatutan dan kesopanan
seseorang dari sudut normatis. Seekor burung merak jantan yang bulunya indah nan surgawi, tentu
akan tampak tidak menarik seandainya bulu-bulunya kita rontokkan semua, sehingga tampak bugil
tanpa busana, pasti mengerikan.
Dimensi aurat dalam pandangan Islam bukan hanya terfokus pada kaum wanita, kaum laki-laki pun
sama mempunyai kewajiban untuk membaguskan dandanannya di hadapan manusia. Allah SWT
berfiman :
Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) mesjid, makan dan minumlah,
dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebihlebihan.
(QS. Al A’raf : 31)
Ayat ini menerangkan tentang kewajiban bagi kaum muslimin apabila hendak pergi beribadah ke masjid
baik untuk shalat, thawaf, maupun ibadah lainnya supaya mengenakan pakaian yang sopan. Dalam
pengertian yang lebih luas dapat disimpulkan bahwa berpakaian sopan itu merupakan ciri identitas
seorang muslim.
Dalam beberapa literatur fiqih dikatakan bahwa aurat laki-laki adalah bagian badan antara pusar perut
hingga lutut. Akan tetapi keterangan tersebut dapat diperlengkap dengan kandungan ayat 31 surat Al
A’raf di atas. Karena dalam ukuran akhlak kita ketika hendak beribadah yang hakikatnya menghadap
Allah SWT alangkah tidak sopan jika hanya mengenakan kain untuk menutupi daerah tersebut saja.
Dasar Hukum Hijab (pakaian penutup) bagi Wanita Muslimah
Allah SWT berfirman :
Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin:
"Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka." Yang demikian itu supaya
mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha
Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. Al Ahzab : 59)
Sebuah isyarat yang sangat mencengangkan, jika kita mendalami makna yang terkandung pada ayat di
atas. Sepintas, bisa saja ada orang yang memahami ayat ini hanya dari sudut tekstual, yaitu dengan
menyimpulkan bahwa kewajiban mengenakan jilbab itu dikhususkan bagi istri-istri dan anak-anak
perempuan Nabi. Namun secara kontektual dapat dimaknai bahwa Nabi-Nabi Allah itu adalah public
figur, ketika menyuarakan dengan lantang, mengajak, menyeru umat, berdakwah untuk berbuat
kebajikan, menutup aurat, dan sebagainya. Maka umat yang diseru secara langsung akan melakukan
pengamatan balik kepada si penyeru tersebut, termasuk tidak luput terhadap keluarganya. Di samping
itu, sifat dan karakter Rasulullah SAW ketika menyerukan atau memerintahkan sesuatu, sebelum
perintah itu disampaikan kepada umatnya maka beliau selalu menjadi pelaku utama dan yang pertama
memberikan contoh bagi umatnya.
Dalam ayat di atas juga disebutkan adanya kalimat (dan istri-istri orang mu’min), hal
ini memberikan penjelasan bahwa perintah mengenakan jilbab itu bukan hanya ditujukan kepada istriistri
dan anak-anak anak perempuan Nabi saja, melainkan seluruh wanita yang merasa dirinya beriman.
Jilbab dalam pengertian umum artinya selendang yang berfungsi menutup seluruh tubuh wanita di atas
pakaiannya (Ash-Shabuni). Sedangkan dalam penjelasan ayat 59 surat Al Ahzab disebutkan bahwa yang
dimaksud dengan jilbab adalah sejenis baju kurung yang lapang yang dapat menutup kepala, muka dan
dada. Dengan demikian, asumsi tentang jilbab yang kita temukan sehari-hari di kalangan muslimin
Indonesia sepertinya keliru. Sebab kondisi ini sepertinya sudah terlebih dahulu memasyarakat bahwa
jilbab itu artinya “kerudung”. Oleh karenanya, bisa jadi salah kaprah ketika wanita muslimah kita
mengenakan kerudung, sementara badan ke bawahnya mengenakan pakaian serba ketat. Maka hal ini
jelas bukanlah busana muslimah. Namun demikian pakaian seperti ini tentu akan mendapat poin ---
misalnya nilai lumayan--- daripada tidak sama sekali.
Sekali lagi, acapkali sudah menjadi budaya bangsa kita yang memasyarakatkan sebuah istilah keliru atau
diposisikan tidak pas dengan makna sebenarnya. Misalnya, pada saat era reformasi didengungkan maka
orang rame-rame orang menurunkan pejabat pemerintah yang dipandang tidak adil. Upaya
menurunkan pejabat pemerintah itu mereka sebut dengan isitilah “direformasi”. Sehingga masyarakat
awam berasumsi bahwa “direformasi” itu artinya “diturunkan” dari suatu jabatan. Dalam hal ini persis
seperti asumsi tentang istilah “jilbab” yang secara umum dipahami bahwa “jilbab” itu artinya kerudung
wanita. Para pedagang busana pun ikut-ikutan mempopulerkan istilah jilbab untuk barang dagangan
yang mereka maksudkan dengan kerudung.
Salah satu tujuan disyari’atkannya berjilbab adalah agar manusia mudah mengenali identitas muslimah
dibadingkan dengan wanita-wanita non muslim. Karena diterangkan dalam ayat lain bahwa wanitawanita
yang mempunyai karakter suka memamerkan lekuk tubuh dan perhiasannya itu adalah bagian
dari moralitas wanita-wanita jahiliyah. Sebagaimana firman Allah :
dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah (QS. Al Ahzab : 33)
Maka tatkala wanita-wanita muslimah berpakaian mini, ketat, pamer aurat, nyaris bugil, dan seterusnya
dapatlah dipastikan bahwa mereka sudah tidak lagi memiliki integritas dalam keyakinannya. Patutlah
dipahami bahwa nilai keimanan seseorang tidak bisa ditawar menawar, apalagi dengan urusan duniawi
yang harganya sangat murah.
Wanita-wanita non-muslimah meskipun tidak diperintahkan untuk berjilbab, akan tetapi tidak boleh
dibiarkan untuk merusak kultur masyarakat muslim yang dengan seenaknya pamer tubuh dan telanjang
di dalam komunitas muslim. Karena masih ada norma kesopanan yang tetap harus dijaga dalam status
sosial kita, apalagi bangsa Indonesia yang dengan adat ke-timur-annya memiliki adat dan budaya
tersendiri dalam tata pergaulannya. Di samping itu, kita sebagai umat Islam meyakini bahwa tak ada
satu agama pun di dunia ini yang mengajarkan pada umatnya tentang bugil dan ketidaksopanan dalam
berbusana.
Dengan nada yang lebih tegas Asy Syaikh As Sayid Sabiq berkata bahwa yang membedakan antara
manusia dengan hewan adalah faktor pakaian dan alat-alat perhiasan. Allah SWT berfirman :
Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup auratmu
dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu
adalah sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat. (QS. Al
A’raf : 26)
Pakaian dan perhiasan adalah dua aspek kemajuan dan peradaban kontemporer umat manusia.
Mengabaikan keduanya berarti kembali ke zaman primitif. Sedangkan hak milik wanita yang paling
utama adalah kemuliaan, rasa malu, kehormatan dan harga dirinya. Tak ada yang bisa menghargai diri
seseorang selain dirinya sendiri. Memelihara keutamaan-keutamaan ini berarti memelihara hakikat
martabat kemanusiawian seorang wanita dalam derajat yang paling luhur.
Berbusana muslimah harus didasari dengan kesadaran yang tulus sebagai manifestasi pancaran iman.
Jika berjilbab hanya didasarkan karena faktor lingkungan, pergaulan, atau ekses penilaian manusia
secara umum. Atau lebih bernuansa motivasi mode dan kepatutan, alasan menutup rambut yang tidak
ditata kecantikan, alasan karena rambutnya sudah banyak ditumbuhi uban dan sebagainya. Maka jilbab
hanya berfungsi sebagai kedok kamuplase.
Takutlah kepada Allah, wahai saudariku. Tidak perlu merasa dipaksa hanya lantaran tuntutan
lingkungan, pergaulan suku dan kedaerahan. Karena berjilbab seperti itu tidak akan menjadi nilai ibadah
di hadapan-Nya. Yang pasti dari permainan sandiwara yang diperankan delam kehidupan seseorang,
bukanya akan membuat hidup seseorang menjadi lebih tenang, melainkan akan menyisakan rasa cape
yang tiada batas.
Sering kali kita menyaksikan beberapa tokoh wanita yang mencoba mengenakan jilbab pada acaraacara
yang bersifat insidental; antara lain ketika menarik simpati masyarakat, khusus pada forum-forum
tertentu agar tidak disangka bukan Islam, dan sebagainya. Sedangkan ketika mereka kembali pada
profesi dan komunitasnya, maka lepaslah jilbab itu. Na’uzubillah.
Persoalan hukum jilbab ini adalah bagian dari ruang lingkupnya hukum Allah. Tidak seorangpun yang
berhak melakukan opsi-opsian. Sehingga terjadilah pemungutan suara, alternatif pilihannya ada dua
antara setuju dengan tidak setuju. Hukum Allah itu tidak boleh dimasukan pada ranah hukum baru
produk manusia, apalagi melibatkan orang-orang yang tidak mengerti tentang syari’at sama sekali.
Sebab produk hukum manusia, jika tidak menemukan kata mufakat akan berakhir pada voting.
Sebut saja misalnya undang-undang tentang pornografi dan pornoaksi. Atau undang-undang
perkawinan. Kedua macam hukum ini diperguncingkan hingga tidak pernah putus, soalnya pada
substansi kedua aturan perundang-undangan ini jelas mangandung tuntutan syari’at Allah. Sementara
itu, ketika aturan syari’at ditawarkan dengan opsi “setuju” dan/atau “tidak setuju” maka
konsekuensinya adalah utuh keimanan atau murtad??
Selasa, 19 November 2013
KEISTIMEWAAN WANITA
Di dalam islam, wanita di perintahkan oleh Allah untuk menutup Aurat para wanita. Sungguh sesuatu yg mahal harganya akan dijaga bahkan disimpan dan di rawat dengan sangat hati- hati dan di hadiahkan pula tempat teraman dan terbaik. Apakah pernah kita melihat seseorang membuang intan begitu saja di jalanan?.
Jilbab adalah identitas kemuliaan seorang muslimah, dan sekaligus benteng mereka dari berbagai gangguan orang- orang jahat yang mempunyai niat jahat kepada mereka. Maka maha benarlah Allah dalam firmannya,Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu.” (Q.S. Al-Ahzab: 59)
Dan di dalam Islam, seorang wanita jika dihadapkan kepada suaminya, memanglah ketaatan yang harus dilakukannya. Namun, seorang laki- laki wajib pula taat kepada ibunya 3 kali lebih utama dari sang ayah?. Maka perhatikan baik- baik wasiat rasulullah Salallahu Alaihi Wassalam, berikut ini…
“Dari Abu Hurairah radhiyallaahu‘anhu, beliau berkata, “Seseorang datang kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam dan berkata, ‘Wahai Rasulullah, kepada siapakah aku harus berbakti pertama kali?’ Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Ibumu!’ Dan orang tersebut kembali bertanya, ‘Kemudian siapa lagi?’ Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Ibumu!’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi?’ Beliau menjawab, ‘Ibumu.’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi,’ Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Kemudian ayahmu.’”(HR. Bukhari Muslim)
Diantara banyak fitnah yang di hembuskan oleh para musuh- musuh islam, adalah hal yang menyangkut poligami. Mereka mengatas namakan penderitaan wanita yang di dramatisir sedemikian rupa, agar terlihat lebih simpatik. Bahkan sebenarnya betapa kasihan mereka tentang hal ini.
Tingkah polah mereka semakin membuktikan kekurangan akal pada diri mereka. Apakah sudah sampai pada mereka bahwa bila seorang lelaki khawatir tidak dapat berlaku adil dalam berpoligami, maka dituntunkan kepadanya untuk hanya menikahi satu wanita. Dan ini termasuk pemuliaan pada wanita di mana pemenuhan haknya dan keadilan suami terhadapnya diperhatikan oleh Islam, seperti Allah firmankan di dalam Al Quran,“Namun bila kalian khawatir tidak dapat berbuat adil maka nikahilah satu wanita saja.” (QS.An Nisa: 3)
Begitu di muliakannya wanita dalam islam, bahkan para suami,yaitu manusia yang paling berhak atas istri- istri mereka, tetap diperintahkan oleh Allah untuk tidak boleh berbuat sewenang- wenang kepada istri mereka.
“Dan bergaullah kalian (para suami) dengan mereka (para istri) secara patut.” (An-Nisa`: 19)
Hal tersebut tetap berlaku walaupun sang suami dalam keadaan tidak menyukai istrinya. Seperti firman Allah berikut ini “Kemudian bila kalian tidak menyukai mereka maka bersabarlah karena mungkin kalian tidak menyukai sesuatu padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak.” (An-Nisa`: 19)
Dan Memanglah, kasih sayang islam begitu sangat melingkupi kaum yang memang diciptakan Allah lebih lemah dari pada laki- laki ini. Maka dari itu, ketika wanita menerima warisan, memanglah wanita mendapat jatah kurang dari laki- laki. Bukan karena tidak adanya keadilan Allah disana, tapi sungguh harta yang jumlahnya kurang dari para laki- laki itu hanya menjadi milik pribadinya dan para wanita tidak perlu menyerahkannya suaminya. Sedangkan saat para lelaki atau suami menerima warisan, maka sudah menjadi kewajiban laki- laki itu untuk menggunakan hartanya demi kebutuhan seluruh keluarga, anak- anak dan istrinya.
Dalam lemahnya fisik dan kurangnya Akal karena lebih di dominasi perasaanya, wanita memang haruslah tetap melalui sebuah fase perjuangan terbesar yang membuatnya harus bersusah payah. Ya, selama mereka mengandung dan melahirkan anak, adalah perjuangan yang begitu sangat menguras waktu emosi, pikiran,tenaga dll. Tetapi Kasih sayang Allah memang tiada batas. Ketika para wanita hamil, setiap saat mereka akan didoakan oleh segala makhluk, malaikat dan seluruh makhluk Allah di muka bumi ini, dan ketika kematian ternyata datang atas mereka saat melahirkan, maka syahid Insya allah akan di raihnya.
Dari Jâbir ibn ‘Atîk, Rasulullah saw. bersabda: “Mati syahîd ada tujuh, selain mati terbunuh dalam perang fîsabilillah, yaitu:
(1) mati karena penyakit thâ‘ûn (semacam penyakit kelenjar)
(2) mati karena tenggelam
(3) mati karena penyakit lambung
(4) mati karena sakit perut
(5) mati karena terbakar
(6) mati karena tertimpa reruntuhan, dan
(7) perempuan yang mati karena hamil/melahirkan.”
Pahala mati syahîd layak diberikan kepada ibu hamil/melahirkan dan meninggal,karena proses melahirkan adalah proses mengadu nyawa dan sama dengan perang membela agama Allah. Selain itu,kaum wanita berperan besar dalam pengembang biakan keturunan.
Dengan bersedianya seorang wanita untuk hamil, berarti ia telah mengemban amanat dan mewujudkan proses penyempurnaan sifat kefeminimannya. Tidak itu saja, keistimewaan seorang wanita adalah ketika mereka diperbolehkan untuk memasuki pintu Syurga melalui mana pintu manapun yang disukainya. Dan untuk semua itu, para wanita cukuplah melalui 4 syarat saja : Sholat 5 waktu, puasa di bulan Ramadhan, taat suaminya dan menjaga kehormatannya.
“Apabila seorang isteri telah mendirikan sholat lima waktu dan berpuasa bulan Ramadhan dan memelihara kehormatannya dan mentaati suaminya, maka diucapkan kepadanya: Masuklah Surga dari pintu surga mana saja yang kamu kehendaki.” (Riwayat Ahmad dan Thabrani)
Maka sudah selayaknya, para pemilik mulut lancang yang tanpa ilmu mendengungkan topeng “kemerdekaan” bagi kaum wanita itu, menginsyafkan perbuatan mereka karena telah habis- habisan menyalakan propaganda untuk membenarkan yang salah dan menyalahkan yang benar, sehingga wanita banyak yang terjerumus sebagai korban dari rencana mereka, dan kemudian membenci aturan islam. Mereka yang tiada segan menfitnah agama mulia ini dengan dalih memerdekakan muslimah dari belenggu. Entah belenggu semacam apa yang mereka maksud, namun satu yang pasti bahwa kedengkian mereka atas islam, adalah sudah menjadi sebuah kepastian.
Sungguh, bahkan cara Islam memuliakan wanita itu lebih dari sekedar benar- benar tampak bagi logika waras manusia. Lalu satu pertanyaan pun akhirnya muncul bagi para wanita,
“maka nikmat Rabb kamu manakah yang kamu dustakan?” (QS Ar-Rahman: 13)
Sumber: voa-islam
Kamis, 31 Oktober 2013
about me
Nama que Ovi Cahya Mukaromah,.. bisa dipanggil ovi or cahya yg pnting jgn mukarromah y,..??? hehehe :p :D,. aku tinggal di suatu tempat yg bnyak manusia2 berkliaran,.. hii hii hii,.. aku schuula di Madrasah Aliyah Nu Sidoarjo,. sebenarnya aku bwd blog ini cuma buwad tugas doank cc,.. hehehe,.. piiiss pak,.. ampuuun,.. :D hahahahaha :D
,.aku orangnya cantik kalo disamain ama Monyeet, jelek kalo disamain ama Cinta Laura,.. Hahahahahaha,.. :D
,.aku tipe org yg humoris dan lucu unyuk2 gitucch,..??? :D
,.sekian ya tentang aku,.. mksih,.. :D
,.aku orangnya cantik kalo disamain ama Monyeet, jelek kalo disamain ama Cinta Laura,.. Hahahahahaha,.. :D
,.aku tipe org yg humoris dan lucu unyuk2 gitucch,..??? :D
,.sekian ya tentang aku,.. mksih,.. :D
Langganan:
Postingan (Atom)




